Postingan Terbaru

Di Persimpangan Hati

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/Erik Mclean di persimpangan hati  aku menguatkan semua keyakinan  yang terus bermunculan ingin keluar  dan pergi dari balik kebimbangan  kini, aku harus bagaimana?  memilih pergi tuk kembali pada awal  atau mencari tantangan yang tak  pernah dilewati sebelumnya Tuhan, aku bingung!  kenapa harus seperti ini  jalan yang kau berikan di bilik-bilik  bimbang kehampaan dan air mata apakah pernah kuminta hal seperti ini?  dalam kebimbangan di pagi hari  aku malah seperti bocil yang menangis;  tak tahu apa-apa dalam segala bidang  dan melongo di segala arah yang terlihat  Tuhan, apakah aku harus menyerah dalam keadaan?  mungkin saja, pertanyaan itu terdengar retorika  bagi Kau yang mendengar dengan seksama  bagi Kau yang mendengarkan secara bijaksana  namun, aku malah merasakan getir  getir yang amat dalam, dalam perjalanan ini  Tuhan, berikan kekuatan dan kesabaran buat diri ini!  2024

Salar de Uyuni, Cermin Raksasa yang Ada di Bolivia

Foto: Fenomena Alam di Salar de Uyuni/kompas.com


Salah satu fenomena yang indah itu ada di Salar de Uyuni. Kemudian, fenomena apa, sih? Sebelum masuk ke dalam sebuah inti tulisan ini, alangkah lebih baiknya mencari tahu dulu tentang suatu tempat ini. Memang, hal semacam ini akan sangat indah jikalau sudah diketahuinya. Oleh karena itu, hal-hal semacam ini pun sungguh luar biasa untuk menjadi salah satu wawasan dan destinasi yang bisa saja dikunjungi ketika berlibur. 

Salar de Uyuni ini terletak di Bolivia, lebih tepatnya di Departemen Potosi dan Oruro, Bolivia bagian tenggara, dekat puncak Andes, pada ketinggian 3650 m. Oleh karena itu, tempat ini pun bisa dikatakan suatu danau indah yang terletak di atas ketinggian. Tak sampai situ saja bahwa sejarah yang pekat untuk danau ini pun harus bisa diketahuinya. Kemudian, sejarahlah yang menjadi salah satu gambaran, kenapa danau ini bisa tercipta?

Sewaktu itu tempat ini masih menjadi salah satu kesatuan dari Danau Michin, danau itu pun menjadi salah satu yang terbesar pada masa prasejarah. Lebih tepatnya sekitaran 40.000 tahun yang lalu itu menjadi kering lalu terdapat menjadi dua bagian danau, yaitu danau Danau PoopĆ³ dan Uru Uru, serta 2 gurun garam terbesar, Salar de Coipasa dan Salar de Uyuni. 

Fenomena yang ada di Salar de Uyuni pun bisa dikatakan sebagai suatu fenomena yang ekstrem sekaligus indah untuk dipandang. Kemudian, seperti apa, sih? Fenomena yang ada di sini adalah fenomena danau cermin atau cermin raksasa yang berasal dari pantulan cahaya. Oleh karena itu, jika dipandang oleh mata maka danau ini bisa seperti cermin raksasa di waktu-waktu tertentu. 


Foto: Fenomena Alam di Salar de Uyuni/kompas.com



Nah, hal semacam itu pun menjadikan Salar de Uyuni menjadi destinasi yang favorit bagi para wisatawan. Bukan hanya itu saja bahwa danau ini pun menjadikan salah satu danau yang menghasilkan garam. Oleh karena itu, danau ini pun bisa dikatakan produktif dalam hal lain. Bahkan, danau ini pun menyimpan cadangan lithium yang merupakan komponen dalam baterai ponsel, laptop, dan kendaraan. 

Jika, dihitung-hitung jumlah lithium yang ada di danau ini bisa dikatakan besar. Kemudian, sebanyak 50 sampai 70 persen cadangan lithium seluruh dunia itu jika dengan estimasi sembilan juta lithium yang ada di Salar de Uyuni, maka Bolivia pun memiliki cadangan lithium sebesar 43 persen di dunia. Nah, hal semacam itu pun menjadi salah satu yang besar kalau merujuk kepada perbandingan angka-angka itu.

Banyak faktor juga yang harus dipersiapkan jika ingin berkunjung ke tempat ini. Sebab, tempat ini pun berada di dataran yang tinggi maka salah satu faktor yang harus dipersiapkan itu adalah kesehatan. Kenapa harus seperti itu? Ya, sudah banyak yang mengetahuinya bahwa semakin tingginya suatu tempat maka kadar oksigen pun akan semakin rendah. Oleh karena itu, bagi orang yang tak biasa atau tak kuat berada di ketinggian, pasti akan mengalami pusing, mual, dan napas tersengal-sengal. 


Foto: Salar de Uyuni/superlive.id


Danau yang terkenal dengan cermin raksasanya ini pun akan sangat indah jika dikunjungi ketika musim hujan antara bulan Desember sampai April. Namun, pada bulan-bulan biasa juga danau ini tetap sangat cantik untuk bisa dinikmati oleh mata telanjang ataupun lainnya. 



Dalam hal ini pun sudah bisa diketahui bahwa suatu tempat yang bersejarah itu akan senantiasa cantik. Sebab, salah satu pendorongnya pun adalah sudah terkenal maka perawatannya juga akan sangat baik. 

Kemudian, mungkin banyak yang beranggapan bahwa di Salar de Uyuni ini pun tak ada penghuninya. Nah, anggapan seperti itu pun akan sangat bertolak belakang dengan kenyataanya bahwa di Salar de Uyuni pun banyak spesies habitat plora dan fauna yang menghuninya, yakni Ada lebih dari 80 spesies burung yang tinggal di Uyuni, seperti Andean goose dan Andean hillstar. Ada juga rubah khas Andes yang tinggal di pulau Incahuasi, salah satu pulau yang berada di Salar de Uyuni. Kemudian, ada tiga spesies flamingo Amerika Selatan berwarna merah jambu yang hidup di Uyuni. 




Fenomena yang berada di Salar de Uyuni pun bisa menjadi salah satu nilai plus bagi tempat ini. Bahkan, hal semacam itu pun menjadi salah satu keindahan yang nyata sehingga sangat sulit ditandingi oleh tempat lainnya. Bukan hanya itu saja! Namun, salah satu yang indah itu adalah menikmati tempat wisata lalu ada nilai plusnya, yaitu sejarah. Nah, bagaimana indah, bukan?[]

Komentar

Tulisan Favorit Pembaca

5 Cakupan Tindak KDRT dan Akibat yang Bisa Terjadi, Pasutri Wajib Tahu!

Lelaki yang Patah Hati

Di Balik Jendela Kaca

SEMBUH ITU KEINGINAN