Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2022

Postingan Terbaru

Di Persimpangan Hati

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/Erik Mclean di persimpangan hati  aku menguatkan semua keyakinan  yang terus bermunculan ingin keluar  dan pergi dari balik kebimbangan  kini, aku harus bagaimana?  memilih pergi tuk kembali pada awal  atau mencari tantangan yang tak  pernah dilewati sebelumnya Tuhan, aku bingung!  kenapa harus seperti ini  jalan yang kau berikan di bilik-bilik  bimbang kehampaan dan air mata apakah pernah kuminta hal seperti ini?  dalam kebimbangan di pagi hari  aku malah seperti bocil yang menangis;  tak tahu apa-apa dalam segala bidang  dan melongo di segala arah yang terlihat  Tuhan, apakah aku harus menyerah dalam keadaan?  mungkin saja, pertanyaan itu terdengar retorika  bagi Kau yang mendengar dengan seksama  bagi Kau yang mendengarkan secara bijaksana  namun, aku malah merasakan getir  getir yang amat dalam, dalam perjalanan ini  Tuhan, berikan kekuatan dan kesabaran buat diri ini!  2024

Kehilangan

Gambar
kenapa setiap berkunjung ke tempat ini hati ini merasa sesak, sedih tempat yang dulu menjadi salah satu sumber kehidupan, penuh kenangan entah sekarang terlepas semuanya kenapa setiap ke sini, pikiranku jadi loncat ke belakang? memang, tempat ini sangat berbeda dengan dulu berbeda sewaktu ditempati dulu sekarang, tampak lebih mewah  banyak pun berjejer toko-toko aku benar-benar tak kuat masuk ke tempat ini apakah aku masih bisa memiliki tempat ini? tempat yang di kala kecil  aku jadi hidup karena tempat ini namun, kenapa di kala aku tumbuh dewasa  tempat ini malah terlepas semuanya aku rindu tempat ini, mah, kataku kapan kita bisa mempunyainya lagi? tanyaku kapan kita bisa seperti dulu lagi? tanyaku lagi batinku jadi kacau!  semua itu gara-gara aku  andaikan dulu tak pernah jatuh mungkin semua ini tak akan hilang lepas, dan masih bisa memiliki tempat ini 2021

Jalan Sukajadi

Gambar
  ; 30 April, Bandung A ku. Aku kembali lagi memulung kenangan di tempat ini! Di tempat yang mana kita bisa menghitung mobil orang-orang. Di tempat yang mana dulu pernah menjadi suatu sejarah bagi kita. Bagi keluarga kita. Aku dibesarkan di sini, di antara riuhnya kendaraan yang berlalu-lalang. Duh, mungkin sewaktu itu, ibu dan bapakku sangat kerepotan dalam menjalani kehidupan di antara kerasnya kota ini. Jalan Sukajadi, Bandung ini penuh kenangan. Kemudian, kenangan itu masih menempel di dalam jiwa. Entahlah! Mungkin, semua itu tak akan bisa dilupakan hingga kapan pun.  Banyak orang-orang yang bercerita tentang sebuah kenangan yang sulit terlupa dan semua itu sangat terasa olehku. Bahkan, kenangan-kenangan yang ada di depan rumah makan ini terus-menerus ada di dalam pikiran. Ya, indahnya malam menikmati kota ini! Ya, indahnya orang-orang yang menerimaku apa adanya di kota ini. Semua itu sangat membekas di hati.  Hari ini, aku ke sini lagi! Menikmati indahnya kenangan yang dulu perna

Masih di Jalan Siliwangi

Gambar
Banyak mobil orang yang berlalu lalang berwarna-warni seperti pelangi yang  baru tampak selepas hujan—indah Di depan toko bangunan  anak-anak menjerit, menangis sebab payudara ibunya dirampas  oleh orang-orang yang berseragam ijo Di depan toko sandal dan sepatu anak-anak saling berebut nasi  yang dibungkus oleh koran  tentang isu PPKM diperpanjang lagi Di depan butik ternama kota ini seorang manusia tampak melamun matanya, hidungnya, mulutnya dimakan tikus-tikus jalanan Aku masih di jalan Siliwangi menikmati malam yang sungguh tak nikmat dipaksa oleh angin untuk diam di sini mendengarkan, melihat realita yang nampak 2021

Ungkapan Seorang Lelaki yang Merindukan Wanita

Gambar
A walnya, tak pernah terpikirkan bakal seperti ini! Di kala sendiri, saya tak bisa apa-apa untuk menahan kerinduan ini. Apakah seperti ini dasyatnya rindu kepadamu itu? Pertanyaan itu sudah seperti candu yang terus ada di dalam pikiran ini. Saya harus bagaimana? Banyak hal yang saya lakukan, tapi semua kerinduan itu tak mampu untuk menggantikan dirimu yang terpikirkan di dalam jiwa ini. Ingin rasanya terbang dan hinggap di dalam hatimu, selamanya. Namun, semua itu sudah tak mungkin dan saya sadar kau tak bisa dimiliki. Namun sialnya, kenapa kerinduan ini terus-menerus menyerang hidup saya? Kenapa? Bukankah waktu pun bisa berubah? Namun, kenapa kerinduan ini tak mampu untuk dirubah? Kenapa? Apakah seperti ini mencintai seseorang dengan secara ikhlas? Apakah seperti ini? Saya benar-benar tenggelam oleh kerinduan yang terus-menerus sudah menjadi danau. Duh, ampun! Ke manakah saya harus mencarimu agar bisa saling bertatap mata lagi? Ke mana? Sudah beberapa tahun, hati ini menunggu aga

PAGI INI

Gambar
Pagi ini, kita belum bisa sejajar langkah kakiku masih lebih dulu darimu kau semakin menambah kecepatan agar sejajar denganku namun, aku tak sedikit pun memperlambat langkah kau berteriak, "Tunggu!" aku melenggang terus tak mendengarkannya "Hati cowok ini terbuat dari apa?" lirih kau bertanya-tanya Pagi ini, masih sama seperti kemarin hatimu masih mengejar-ngejar hatiku aku harus gimana?  gengsi yang muncul untuk mengakui cinta Pagi ini, kau bertanya ketika saling berhadapan "Apakah kau juga menyukaiku?"  aku tak bisa menjawab bibirku serasa bisu tenggorokanku serasa ada batu yang mengganjal tapi, hatiku berbeda dengan bibir dan tenggorokan ia bicara, "Ya, aku juga suka!" Pagi ini, kau tampak cantik sama seperti hari-hari biasanya aku melamun ketika memandangmu ternyata bidadari benar-benar turun di depanku; cantik 2020

Satu Jam di Samping Dirimu

Gambar
aku jadi dingin  bahkan, sudah seperti es yang beku kaku dan sulit untuk berbicara sayang, yang ini bagus, ya? tanyamu  kali ini, aku semakin beku saja  dan tak mampu menjawabnya sayang, bagaimana kalau yang ini saja? tanyamu lagi aku malah menjadi seperti patung es dan tak menjawab lagi sayang, tapi semua baju ini bagus, katamu  kemudian, dilanjutkan dengan senyum menawan hingga kau bertanya lagi, aku mau semuanya, boleh atau tidak?  benar-benar ketika mendengarkan itu aku benar-benar bisa hancur ketika berada di sampingmu lama-lama ini 2021

Jawaban Aini Putri Ramadani

Gambar
" Dulu, aku menjadi seorang yang bodoh telah meninggalkan seseorang berhati ikhlas. Aku sangat bodoh, A. Tolong dengarkan jawaban aku, ya? Tolong berikan aku kesempatan untuk menyampaikan isi hati yang telah lama terpendam ini: Sewaktu, Aa, terbaring di kamar rumah sakit. Aku langsung down . Aku tak bisa berbuat apa-apa. Aku tak berani untuk menengok ke rumah sakit. Itu kesalahan aku selama ini. Kesalahan yang tak bisa dibenarkan oleh apa pun. Kesalahan yang akan terus membekas di hati. Sewaktu itu, awalnya aku tak percaya dengan musibah yang Aa dapatkan itu. Aku tak percaya. Namun, setelah aku telepon Mama Aa. Semua itu, baru aku percaya. Apakah aku harus menceritakan setelah aku mendapatkan kabar itu?  Oke, nih, aku akan ceritakan setelah mendapatkan kabar itu. Setelah menelepon Mama Aa, aku pergi ke kamar. Aku tak kuat menahan air mata. Ya, aku menangis. Hatiku menjerit tak kuasa kalau melihat Aa langsung ke rumah sakit. Apalagi kata Mama Aa, sekarang pacarmu terbaring lemah d

Menikmati Perjalanan

Gambar
Di dalam mobil, kita beradu mata saling tersipu malu dan tak bisa apa-apa. Seharusnya, momen ini sangat spesial untuk mengorek-ngorek tentang dirimu yang sebenarnya. Aku malah seperti patung dan hanya bisa melemparkan pandangan  yang semoga saja kau cukup mengerti. Banyak gedung yang sudah kita lewati ada yang klasik maupun modern.  Gedung-gedung itu di antaranya     Gedung olahraga bergaya Belanda     Gedung kesenian khas Sunda      Gedung serbaguna bergaya modern Kau terlihat terpana. Andaikan aku bisa pindah ke sampingmu. Mungkin, hati ini akan meledak dan engkau akan tahu bahwa di dasar hatiku ada namamu. Di dalam mobil, aku menikmati setiap jengkal kota yang dilewati. Memang indah, seindah bola mata engkau  yang hanya bisa aku pandangi dari  kursi pojok bus antarkota yang  kita tumpangi bersama-sama. 2021

Malam dan Pertanyaan-Pertanyaan

Gambar
P ernahkah kau melihat bulan yang menggantung di langit? Pertanyaan semacam itu pun terlontar di kala kita beradu mata. Namun, rasanya kau hanya menganggap pertanyaan itu biasa saja. Entahlah! Malam ini, saya masih terjaga di sini! Menikmati heningnya malam di sela-sela aktivitas yang sedang dijalani. Saya masih berdoa dan berharap, semoga impian itu benar-benar bisa datang. Sampai, tubuh ini dipaksakan harus menunda untuk beristirahat. Apakah seperti ini kehidupan? Tanyaku dalam hati. Semuanya terasa begitu sulit hingga harus memindahkan kepala ini menjadi kaki dan sebaliknya.  Pernahkah kau merasakan tentang pahitnya kehidupan? Tanyaku lagi kepadamu. Namun, lagi dan lagi kau hanya tersenyum yang membuat saya mengerutkan dahi. Entahlah! Malam ini, saya masih berjuang di sela-sela sewaktu orang-orang istirahat. Ini sudah tak adil! Mungkin, banyak orang yang berpikiran semacam itu di kala tubuh ini masih terjaga. Sungguh. Sungguh, saya harus bisa melawan lelahnya aktivitas demi apa yan

Hapuslah Air di Wajahmu Itu

Gambar
hapuslah air bening yang jatuh ke wajah bersihmu itu dengan sapu tangan warna merah yang kau pegang, duhai sayang jujur aku tak akan kuat membayangkan jika air di wajahmu itu berubah menjadi butiran-butiran kristal yang akan mengakibatkan musibah untuk diriku karena benar tak kuat membayangkan kau yang akan diperebutkan untuk hanya bisa dimanfaatkan atau sekedar merampok kristal-kristal yang  dihasilkan air bening yang jatuh ke wajahmu aku benar-benar tak kuat jika itu terjadi duhai sayang, apakah perlu aku yang menghapus air itu dari wajahmu menggunakan kaos hitam yang aku pakai atau aku rela untuk kau jadikan sebuah  wadah untuk mengisi air yang jatuh itu dan wajahmu tak perlu lagi untuk terisi air-air yang mungkin tercipta dari kesakitan yang terjadi di kehidupanmu itu, sayang masihkah kau mengingat tentang kau semasa menjadi pemburu susu ibumu digendong ayahmu ketika menangis setelahnya, kau belajar untuk melangkah lalu satu kali melangkah kau pun terjatuh apakah masih ingat rasany

Merpati yang Tak Bisa Terbang di Kala Hujan

Gambar
aku tak tahu merpati itu  turun dari mana  dan mau masuk ke kolong ranjang  aku tak tahu!  di kala hujan turun  merpati itu seperti ayam  berjalan seperti model papan atas berlenggak-lenggok melewatiku  yang sedang berdiri menatap hujan aku terkejut aku merasa aneh  merpati itu benar-benar tak bisa terbang di kala hujan mungkin kedinginan, pikirku  mungkin sayapnya patah, pikirku  dan mungkin tak mau basah, pikirku  aku merenung!  andaikan merpati itu bisa kusuruh untuk mengirimkan surat kepadamu  tentang rindu tentang tanya tentang semua rasa  mungkin aku tak akan berdiri lagi  untuk menatap hujan yang penuh kenangan ini namun, semua itu tak akan terjadi  merpati itu malah meringkuk seperti angka lima  di bawah kolong ranjang kamarku 2021

Wanita Penyiram Tanaman

Gambar
P agi ini, terasa berbeda! Udara segar sangat terasa menusuk ke dalam tubuh, alunan suara burung pun berhasil membangkitkan semangat di pagi ini. Entah karena kebetulan? Atau karena sudah takdir? Kedua bola mata ini sungguh memandang wanita yang sedang menyiram tanamannya. Sungguh sangat indah! Sungguh sangat cantik walaupun wajahnya tak dibalut dengan make-up ! Sungguh luar biasa! Kalimat-kalimat itulah yang ada di dalam hati ketika mata ini memandang wanita itu. Apakah dia punya nama? Ingin rasanya menyapa, tapi tak bisa! Sungguh tak bisa! Sungguh sulit! Sampai hanya bisa memandangnya dari kejauhan. Mungkin, umurnya masih dua puluhan. Namun, entahlah! Wanita itu benar-benar membuat diri ini tertarik walaupun mata ini baru memandangnya. Duh, ampun! Apakah ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama? Apakah seperti ini rasanya? Setelah lima belas menit kemudian, wanita itu masuk ke dalam rumahnya. Ingin rasanya beteriak, hei, jangan dulu masuk! Namun, semua itu pun tak bisa lagi

Harapan dari Orang yang Ditinggalkan

Gambar
S eharusnya, hari ini, kita memandang matahari yang sama. Menikmati suara burung yang terus berkicau. Menikmati segarnya udara yang mungkin tak ada di kotamu itu.  Di sini, di tempat ini, semua hal itu tak terjadi lagi. Bahkan, untuk saling beradu mata pun sudah tak mampu. Apakah aku harus menyalahkan dunia? Atau menyalahkan orang tuamu? Semua itu tak bisa dibayangkan ketika kupu-kupu yang selalu hinggap di hatiku itu pergi. Ya, pergi meninggalkan semua kenangan yang indah dan sulit untuk kembali lagi.  Masih seputar dirimu. Hidupku terasa hampa. Hidupku terasa tak berguna. Hidupku terasa tak bermakna. Ini semua karena dirimu yang entah sekarang tak ada kabar. Bahkan, sekadar menyapa pun sudah tak ada. Inikah yang dinamakan rungkad ? Mungkin, seperti itulah kehidupan yang terus berputar sehingga bisa merusakku. Tak ada lagi harapan yang aku miliki untuk bisa bertemu dengan kupu-kupu itu. Entah, aku harus bagaimana lagi? Semua hal pun tak bisa menolongku. Bahkan, kupu-kupu lain yang ter

Tiga Tahun

Gambar
S udah tiga tahun, saya masih mengingatmu di sini! Entah, sampai kapan hati ini dirundung oleh kegalauan? Sampai kapan saya harus menahan rindu kepadamu? Sampai kapan saya harus menahan rasa yang bergejolak di hati? Saya benar-benar bingung dibuat olehmu. Bahkan, kehidupan ini rasanya kurang berwarna tanpa dirimu yang tak pernah ada lagi di samping saya ini. Sudah berbagai cara saya lakukan untuk melupakan dirimu, tapi semua itu seperti tanaman yang tumbuh kembali. Entahlah! Saya itu sebenarnya harus bagaimana? Saya benar-benar bingung harus bagaimana? Di sini! Di tempat ini! Sudah seperti awan mendung yang ingin menjatuhkan isinya. Saya harus bagaimana? Pertanyaan itu selalu muncul di kala sendiri sambil menikmati foto yang tersimpan di ponsel ini. Kadang, saya harus dipaksa mengerti di kala hati merindukan dirimu berada di sini. Kadang, saya harus dipaksa menahan di kala rindu itu terus-menerus menggerogoti hati. Kadang, saya pun tak bisa apa-apa dan akhirnya harus memasrahkan-N

Sahur di Pantura

Gambar
di bawah langit yang berwarna hitam  kita berhenti sejenak untuk istirahat  makan, minum,  dan istirahat dari lelahnya perjalanan yang begitu menyita waktu panjang  dari indahnya warung yang kita singgahi terlukis kenangan yang tak pernah terlupakan  kita bisa tersenyum  memandang indahnya sudut warung  kita bisa saling bercanda  di balik sendok, garpu  hingga makanan yang ada di meja  sahur kali ini, begitu berbeda, sayang  entah karena apa?  atau ada sesuatu yang dipendam?  atau kita sudah saling memahami?  entahlah!!! masih di sini!  di tempat yang pernah kita singgahi  menikmati hidangan favorit kita  hingga kita saling tersenyum  karena hal-hal yang telah terjadi ini 2022

Cinta

Gambar
M euni karasa pisan haté asa teu paruguh. Beuh, kuring jadi nalangsa ku nu ngarana cinta. Rék leumpang, inget ka raray manis nu nempél di si Néng Tati. Duh, kunaha atuh hirup téh jadi oyag kieu ku kalangkang kembang désa nu dipikanyaah, tapi teu tiasa dipikaboga.  "Aa, néng saminggon deui badé tunangan!" Kalimah éta sok kainget waé ku kuring.  Cinta émang matak nyeri; matak teu sumanget hirup. Badan nu jagjag waringkas, kunaha bet ngagubrag ku cinta. Duh, kuring jadi teu bisa walakaya.  Panonpoé geus rék balik deui ka asalna, kuring masih kénéh nyanghareupan cangkir kopi nu haseupna masih katingali ngebul. Ngalamun. Ngomé hapé. Haté asa teu sudi ningali kembang désa putri raja tunangan ka lalaki lain salain jeung kuring, mah. Salila kuring ngalamun, otak téh nembongkeun ilham pikeun bisa nikung jalma nu rék tunangan jeung Néng Tati si awéwé manis téa. Tina éta ogé, kuring langsung ngaléngkahkeun suku ka tempat nu purah ngamodif. "A, rék ka mana?" Si Mang Kosim nany

Gunung Keling (2014)

Gambar
Sudah terlalu lama. Kenang-kenangan itu  berdiam dengan sangat cantik di dalam  buku yang sampulnya berdebu. Tertulis  sangat indah dengan gaya grafitti , BM03 (Botak Manis 03); garis keras antarpelajar.  Ya, kenangan itu begitu indah. Meresap,  menyatu dengan tubuh seorang lelaki yang berambut satu sentimeter. Sungguh, semua itu bak memori yang terbuka lagi. File-file- nya bergoyang-goyang di buku itu.  Sampai, seorang lelaki itu menggaruk-garuk kepala yang tak gatal seperti ada cahaya di atasnya. Lelaki itu mengingat! Ya, mengingat ketika pagi, selalu berhadapan dengan manusia berseragam pembawa mesin cukur rambut. Entahlah! Sewaktu itu, lelaki itu sering masuk ke dalam helm seperti keong.  Bersembunyi. Manusia berseragam itu sangat lihai membantai rambut yang panjang dan tak tahu aturan.  Sungguh! Banyak juga yang menyesalkan kejadian itu, sebab bisa saja menghilangkan pesona para lelaki yang punya wajah tak ganteng-ganteng amet. Di tempat diam kendaraan, manusia pembawa pentungan s

Orang-Orang yang Pasrah

Gambar
Panas itu berhasil melemahkan setiap orang di dekat kendaraan-kendaraan yang memenuhi jalanan ibu kota pun sudah tampak murung oleh panas yang menggerogoti jantungnya orang-orang pun hanya bisa berpasrah diri  Banyak yang tak kuat menahan panasnya hingga orang-orang itu rungkad di pinggir jalan kendaraan-kendaraan hanya bisa berteriak dengan harapan, penghuni yang di istana itu mengerti, paham, mempunyai hati yang bisa diketuk, dan akhirnya diharapkan bisa untuk menolong Namun, orang-orang hanya bisa menahan ludah wajahnya sudah tak beraturan  mata menjadi mulut hidung menjadi mata  sampai wajah itu sudah dipenuhi air mata Orang-orang itu mulai kehilangan kakinya mungkin dimakan olehnya  atau dimakan oleh orang yang berjubah hitam kemudian orang-orang itu hanya bisa berharap, semoga anggota tubuhnya yang masih menempel  tak dimakan oleh orang lain 2022

Bagaimana Meningkatkan Mood Menulis?

Gambar
B anyak orang atau penulis yang mempunyai trik-trik dalam hal menulis. Oleh karena itu, hal semacam meningkatkan mood menulis pun tentu ada obatnya bagi para penulis yang konsisten. Bukan hanya itu saja! Memang, dalam hal menulis pun tentu harus ada faktor pendorongnya, misalnya minat yang tinggi dan lainnya.  Hal semacam ini pun menjadi salah satu yang harus diingat bagi para penulis agar bisa menyiapkan suatu jalan keluarnya. Kemudian, banyak juga para penulis yang malah berhenti karena mood menulis itu tak ada. Ya, misalnya bisa juga karena diawali dengan ide yang tak ada lalu penulis pun jadi malas untuk meng- eksplore apa yang dilihat ataupun lainnya.  Harus bisa dipahami bahwa menulis itu harus diawali dengan kepekaan terhadap apa yang dilihat, dirasa, dan dialami. Oleh karena itu, ide pun mampu untuk untuk datang secara mengalir. Nah, hal semacam ini pun bisa menjadi salah problem bagi para penulis karena masih banyak yang tak mengetahui atau memikirkan kepekaan itu.  Dalam

KALIMAT MAJEMUK

Gambar
L angsung saja, ya, kalimat majemuk itu apa, sih? Menurut KBBI V, kalimat majemuk adalah kalimat yang terjadi dari dua klausa atau lebih yang dipadukan menjadi satu. Rumahnya besar, tetapi penghuninya hanya dua orang (Kalimat itu terdiri atas dua klausa, yaitu rumahnya gede dan penghuninya hanya dua orang.) Rhoma datang ke pernikahan mantannya meskipun tidak diundang (Kalimat itu juga terdiri atas dua klausa, yaitu Rhoma datang ke pernikahan mantannya dan tidak diundang) * Sampai situ paham, kan? Langsung kita ke bagian selanjutnya! Kalimat majemuk pun dibagi lagi menjadi tiga, yaitu kalimat majemuk setara, kalimat majemuk bertingkat, dan kalimat majemuk campuran. Langsung saja kita cari tahu satu per satu dari kalimat majemuk yang tadi sudah dituliskan.  a. Kalimat majemuk setara Kalimat majemuk setara disebut juga kalimat yang unsur-unsurnya berkedudukan sederajat. Oleh karena itu, kedua unsur itu tidak saling bergantungan. Meskipun begitu, kedua unsur tersebut dapat dihubungkan den

Lieur!

Gambar
A ku sakit diperlakukan seperti ini, kamu selalu benar, apakah aku salah mencintaimu? Pertanyaan itu selalu aku lontarkan kepadamu, tapi kenapa kamu hanya diam saja. Aku dan kamu hanya berdua saja di ruangan ini jadi tolonglah jangan diam saja, ayo berbicara walaupun hanya satu kata. Emosiku merajalela, tangan kanan memukul meja, benda-benda yang ada di atasnya pun pada bergoyang dan sebagian jatuh ke lantai. Namun, kau masih menyukai dengan sikapmu yang berdiam seribu bahasa.  "Sayang, salah aku apa?" tanyaku sambil memegang wajahmu. Kamu hanya diam saja, enggak bisa berbicara. Amarah kamu membuat aku gila. Sungguh, aku tidak tahu lagi harus meminta maaf seperti apa. Kopi yang sudah dingin aku minum untuk menahan rasa grogi untuk meminta maaf kepadamu, sayangku. Setangkai mawar merah yang ada di meja kerja. Akhirnya, aku ambil dan langsung mendekatimu. "Sayang, aku mohon, tolong maafkan aku, dong!" Aku memohon-mohon sambil tanganku memberikan setangkai mawar merah

Tulisan Favorit Pembaca

5 Cakupan Tindak KDRT dan Akibat yang Bisa Terjadi, Pasutri Wajib Tahu!

Salar de Uyuni, Cermin Raksasa yang Ada di Bolivia

Lelaki yang Patah Hati

Di Balik Jendela Kaca

SEMBUH ITU KEINGINAN