Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2022

Postingan Terbaru

Di Persimpangan Hati

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/Erik Mclean di persimpangan hati  aku menguatkan semua keyakinan  yang terus bermunculan ingin keluar  dan pergi dari balik kebimbangan  kini, aku harus bagaimana?  memilih pergi tuk kembali pada awal  atau mencari tantangan yang tak  pernah dilewati sebelumnya Tuhan, aku bingung!  kenapa harus seperti ini  jalan yang kau berikan di bilik-bilik  bimbang kehampaan dan air mata apakah pernah kuminta hal seperti ini?  dalam kebimbangan di pagi hari  aku malah seperti bocil yang menangis;  tak tahu apa-apa dalam segala bidang  dan melongo di segala arah yang terlihat  Tuhan, apakah aku harus menyerah dalam keadaan?  mungkin saja, pertanyaan itu terdengar retorika  bagi Kau yang mendengar dengan seksama  bagi Kau yang mendengarkan secara bijaksana  namun, aku malah merasakan getir  getir yang amat dalam, dalam perjalanan ini  Tuhan, berikan kekuatan dan kesabaran buat diri ini!  2024

Suami Istri

Gambar
P agi sudah mulai kembali lagi , rintik hujan terus membasahi halaman rumahmu. Bulan Desember ini menjadi awal perubahan musim kemarau ke hujan. Kau bangun dari tidur, tanganmu mengucek-ngucek mata. Kemudian, mata kau menyorot ke arah jam dinding. Ketika itu, kau tampak kaget dan langsung menepuk-nepuk punggung suamimu.  "Aa, bangun, dong!" ucap kau dengan nada pelan ke telinga suamimu. Suamimu diam saja dan terus mengorok. Ketika itu, kau turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi dengan membawa pakaian-pakaian kotor. Kau yang sudah berada di kamar mandi. Pakaian-pakaian yang kotor itu kau masukan ke dalam ember. Tanganmu meraih deterjen yang menggantung di paku tembok kamar mandi. Kemudian, kau taburkan deterjen itu ke dalam ember dan tanganmu membolak-balikan pakaian yang sudah dikasih air sampai mengeluarkan busa. Pagi sudah mulai merangkak naik, awan hitam berubah sedikit-sedikit menjadi biru. Rumahmu tampak sepi, tidak ada suara anak-anak kecil maupun orang tua

Pertanyaan

Gambar
ada apa denganmu? satu kalimat tanya itu 'ku lemparkan  di kala malam sudah menghitam  lampu-lampu sudah menyala  di atas kepalamu yang ditumbuhi rambut ada apa denganmu? satu kalimat tanya itu masih 'ku lemparkan karena jawabanmu tak kunjung kuterima hingga lampu-lampu harus dipandamkan sampai gelap gulita menyerang kita ada apa denganmu?  sewaktu membukakan mata lagi  aku masih menanyakan kalimat tanya itu namun, masih saja kau tak bicara sepatah kata pun; hanya diam seperti patung ada apa denganmu?  sewaktu mau minum susu hangat aku pun masih menanyakan perihal yang sama lagi dan lagi kau pun malah cemberut hingga aku pun mulai menyerah ada apa denganmu?  2021

Cinta?

Gambar
A ku sangat bahagia di saat kita duduk berdua di tembok pembatas Waduk Darma: memandang air, merasakan oksigen yang terasa begitu segar. Kadang, kita saling pandang. Sampai, kau terpaku di saat sebuah dongeng aku bacakan di sampingmu. Ada apa? Sebuah pertanyaan dilemparkan olehku, sedangkan kau hanya menjawab, "Aku terpaku mendengar semua dongeng yang dibacakan tadi." Sungguh, ada rasa malu di hatiku. Dan tidak percaya, sebuah dongeng asal saja yang keluar dari pikiranku bisa sampai membuatmu terpaku. Sungguh, tidak menyangka. "Lihat, tuh!" Kau menggerakkan tangan kanan ketika dongeng dariku sudah selesai.  "Apa?" tanyaku. Kepala ini kuputarkan ke arah lelaki yang ditunjuk olehmu. Mungkin, seorang lelaki yang berada di tongkang itu sedang menjaring ikan. Sekarang, kau yang mengeluarkan suara lebih banyak dariku. Kau berbicara tentang lelaki tua yang begitu kuatnya meskipun sinar mentari menggorengnya sampai kulitnya terlihat hitam dan mungkin saja, kutu-k

Tokoh: Danarto

Gambar
" Danarto telah diakui sebagai sastrawan yang memulai penulisan Realisme Magis di Indonesia dan juga seorang pelukis." -Goenawan Mohamad "Jika Pramoedya Ananta Toer mata kanan kita, maka Danarto mata kiri kita. Danarto adalah seorang pembaharu. Seorang master." -Harry Aveling  "Cerpen-cerpen Danarto adalah parabel-parabel religius yang luar biasa dinamika dan gaya imajinasinya. Tradisional tetapi sekaligus kontemporer." -YB. Mangun Wijaya "Cerita-cerita Danarto adalah parodi. Dalam parodinya, yang diejek terutama sastra itu sendiri. Cerita Danarto telah mengejek genrenya sendiri." -Sapardi Djoko Damono Danarto itu siapa, sih?  Danarto lahir di Sragen, Jawa Tengah, 27 Juni 1940–meninggal di Jakarta, 10 April 2018 pada umur 77 tahun adalah penulis dan sastrawan Indonesia. Karyanya yang terkenal di antaranya adalah kumpulan cerpen, Godlob. Ia pernah menjadi dosen Institut Kesenian Jakarta sejak 1973.  Karya: Godlob , kumpulan cerpen, 1975 Obrok Owo

IBU MUDA YANG MENJADI MUALAF

Gambar
(Terinspirasi dari kisah nyata) S eorang pemuda yang berperawakan tinggi, besar, dan sangat gagah itu merantau dari pulau Jawa ke Kalimantan. Ia di Kalimantan bekerja di sebuah perusahaan sawit, sampai-sampai pemuda itu sangat betah tinggal di sana. Seorang pemuda yang setiap harinya dipanggil Wardi, ia semakin senang saja dengan kehidupan yang dialaminya.  Sekitar satu tahun lamanya ia tinggal di Kalimantan, Wardi bertemu dengan seorang gadis cantik asli sana. Ia selalu mengingat masa awal pertemuan itu, sampai-sampai lelaki yang mempunyai paras ganteng itu mencari tahu rumahnya. Namun, dalam hal mencari rumah, ia selalu kesusahan dengan daerah-daerah yang belum dikuasainya betul.  Akan tetapi, di saat ia sudah bertemu dengan gadis impiannya. Wardi langsung mendekati gadis yang bernama Nella, lalu ia mengungkapkan rasa yang tumbuh pada pandangan pertamanya itu. Gadis yang mempunyai hidung mancung dan mata sipit itu pun langsung mengiyakan keinginan Wardi untuk menjadikannya pacar.  S

Di Matamu

Gambar
"Hanya ada satu yang aku inginkan sekarang ini." "Apa?" Kau bertanya seolah sangat penasaran. Di kala itu kita sama-sama dekat sudah seperti layaknya sepasang  yang tak pernah terlepaskan lagi namun, waktu berkata lain dan  mungkin dunia malah terbalik  sampai tak bisa seperti awal lagi. Sewaktu itu juga mulutku serasa  terkunci di kala kau bertanya dengan satu kata yang penuh makna  hingga mewakili semua kata-kata  yang mungkin ingin keluar dari mulutmu. Dulu kita saling bercerita tentang  indahnya kedua insan yang saling  melengkapi di sepanjang hidupnya. Kau tersenyum sampai aku tak kuat untuk menahan senyuman indah darimu yang menghujam ke dalam dadaku ini. Aku bertanya, pernahkah bertemu rindu kau malah terkaget ketika mulutku  berhasil mengeluarkan suara kembali. Aku tertunduk. Kau mencari jawaban.  Yang entah di mana jawaban itu bersembunyi sampai kau cari-cari hingga menyerah juga jawaban itu tak berhasil ketemu. Di matamu, jawaban pertanyaan itu ada aku ran

Sajadah Pengantar Tobat

Gambar
" Ini cangkir terakhir!" Mata si Komik sudah teler dengan satu liter tuak meluncur ke dalam jiwanya.  Si Komik nge -play pikirannya melayang ke atas awan, tetapi ia lemas dengan tubuh terbaring di lantai beranda rumahnya. Suara yang keluar dari mulutnya sudah tidak teratur, bau tuak pun sangat menyengat. Mungkin, bukan hanya tuak saja. Namun, dioplos dengan obat-obatan lainnya.  Si Leunyai menemani lelaki berambut merah itu. Mereka sama-sama meminum tuak dengan diselingi kacang asin. Bahkan, cangkang kacang asin pun berserakan di depan mereka. Sesekali mereka bergumam sendiri-sendiri, sampai tertawa-tawa sendiri. Mereka saling memegang cangkir, lalu menuangkan tuak untuk mencari yang terkuat dalam meminumnya. Setelah si Komik unggul satu cangkir dari si Leunyai, mereka pun teler bersama hingga tersungkur ke lantai.  Ma Ijah, ibunya si Komik itu sudah berumur dan ia sendiri disibukan dengan mengumpulkan pahala yang lebih banyak lagi. Setiap hari, ia tidak lepas dengan kewajib

Tengah Malam di Terminal Cikijing

Gambar
di bangku kosong ini kedua bola mataku menyapu setiap sudut setiap orang  yang berada di dalam terminal malam ini, begitu sepi, sayang engkau ke mana engkau di mana apakah kau pergi menaiki bis-bis yang setiap menit  keluar dari terminal meninggalkan 'ku sendirian di sini malam ini, pikiranku jadi terbang mencari dirimu  terbang-terbang di atas terminal seperti drone yang selalu kita mainkan sewaktu dulu, sayang apakah malam ini pikiranku akan jatuh kemudian rusak dan tak bisa diperbaiki yang akhirnya dibuang ke tong sampah terminal di terminal Cikijing ini di kursi yang terbuat dari tembok aku masih seperti patung tak bisa berlari mengejar pikiran yang sedang terbang-terbang aku pun tak bisa menangkapnya kalau jatuh dan tak bisa menjaganya dari rawan kehancuran 2021

Rembulan yang Menerangi Wajahmu

Gambar
M alam . Ya, malam yang ditandai langit menghitam lalu bulan muncul ke permukaan. Semua itu bisa menjadi satu keindahan yang nyata di alam ini. Sampai, kamu pun hanya bisa terpana saja ketika bulan itu menyinari setiap inci wajahmu.  "Duh, cantik banget," kataku pelan.  Kamu pun langsung memandangku lalu mengerutkan dahi dan bertanya, "Siapa yang cantik?"  Aku jadi tertunduk malu kalau harus mengakui bahwa kamu itu memang cantik. Hmmm.  Selang beberapa menit dari kejadian yang mungkin tak ingin aku lakukan lagi itu, kamu malah tersenyum-senyum sendiri. Bulat mata yang indah itu memancarkan cahaya hingga menerangi semua benda yang kamu lihat. Aku jadi terpana dan hatiku bertanya-tanya, apakah ini yang dinamakan bidadari? Kok, bidadari tak ada sayapnya? Kemudian, tangan kananku malah menggaruk-garuk kepala yang tak gatal.  Malam ini, malam yang begitu indah karena kejadian-kejadian itu baru saja kulihat di kehidupan ini. Kemudian, aku pun malah menjadi senyam-senyum s

Mencari Tahu, Kenapa 'Bajingan' Mengalami Pergeseran Makna dari Profesi Menjadi Kata Makian?

Gambar
S alah satu hal yang sering membuat penasaran itu adalah pelajaran sejarah. Ya, dengan sejarahlah bisa mengetahui apa yang dulu pernah terjadi dan semua itu akan sangat baik untuk pengetahuan ke depannya. Memang, hal semacam ini pun bisa sangat rumit dan tak bisa dielakkan lagi kedudukannya. Sebab, hal yang menyangkut sejarah pun bisa berbeda-beda pandangan dalam menyampaikannya atau memberikan informasinya (ada yang detail dan ada yang fokoknya saja). Namun, semua itu pun tak bisa dilepaskan dari sejarah yang disampaikannya.  Pandangan seperti itu, mungkin terus berlanjut hingga sekarang ini. Akan tetapi, semua itu pun tak bisa disalahkan. Sebab, semua itu adalah hal yang biasa saja. Kemudian, pernahkah Anda mendengar kata 'bajingan'? Atau malah sering mengucapkannya? Mungkin, sebagian orang pernah mendengarnya dan sebaliknya.  Memang, kata ' bajingan ' di zaman sekarang sudah menjadi umpatan. Namun, dari semua itu ada sejarah yang menciptakan kata seperti itu menjadi

Tokoh: Budi Darma

Gambar
Foto: Budi Darma/wikipedia.org B udi Darma lahir di Rembang, 25 April 1937 adalah guru besar di FPBS Universitas Negeri Surabaya (dulu IKIP Surabaya). Beliau menyelesaikan pendidikan di Jurusan Sastra Barat, Fakultas Sastra UGM (1963) dan saat itu juga mendapatkan Bintang Bakti Wisuda.  Beliau pun pernah mendalami pengetahuan di Universitas Hawaii, Hanolulu, AS (1970–1971). Kemudian, beliau juga meraih MA dari Universitas Indiana, Bloomington, AS (1976) dan meraih Ph.D. dari universitas yang sama (1980). Jabatan Visiting Research Associate pernah diembannya di Universitas Indiana. Nama Budi Darma sempat diabadikan juga dalam Who's Who in The World dan Ensiklopedi Pengarang Indonesia.  Pada tahun 1968, beliau itu benar-benar merasa menulis. Beliau banyak menciptakan tulisan-tulisan berupa cerpen, novel, esai, maupun makalah-makalah untuk berbagai pertemuan. Dari semua kerja kerasnya, beliau pun menciptakan buku-buku, selain buku antologi cerpen Kritikus Adinan, yakni: Olenka (1983

Anak-Anak dan Seorang Lelaki

Gambar
di lapangan yang gundul anak-anak itu bermain  dengan air yang jatuh dari langit  menetesi pucuk-pucuk kepalanya  lalu menciptakan danau di wajahnya anak-anak itu tertawa  bergoyang-goyang seperti samba  saling berteriak menerobos suara air  lalu berlari-lari mengejar bola ah, anak-anak itu tampak bahagia dari sisi lain, seorang lelaki memainkan bola matanya hingga tak bisa berkedip dan tampak mau keluar namun, masih untung ia cepat sadar kembali ketika air yang jatuh di langit itu membasahi wajahnya hore ... hore ..., sorak anak-anak  ketika timnya membobol gawang lawan kemudian, seorang lelaki itu pun tampak tersenyum mungkin hatinya merasakan kesenangan  mungkin lelaki itu pun kembali bernostalgia ketika ia kecil bermain air di lapangan becek ketika ia kecil bermain bola bersama teman-temannya ketika ia kecil tak memikirkan kehidupan yang tampak berat  setelahnya, lelaki itu menyadari  bahwa kehidupan pun harus dijalani dengan happy 2022

SEMUANYA KARENA CINTA

Gambar
J alanan masih tampak sepi , angin masih ingin menerobos ke celah-celah kemeja yang dipakai oleh Jaka. Ia sendirian duduk di halte bus sambil merenungi masa depan. Cobaan berat untuknya yang setiap hari harus bergelut dengan hidup ataupun mati. Namun, dari guratan wajahnya tampak sekali aroma kesabaran muncul ke permukaan.  Ia berjalan menyusuri jalanan dengan pikiran bimbang. Harus bagaimana lagi mencari kebahagiaan, kata hatinya. Lampu-lampu warung pinggir jalan masih menyala, seolah-olah itu adalah penghias untuk langit yang masih berwarna hitam. Tak peduli lagi harus bagaimana mencari jalan keluar untuk mencapai kebahagiaan. Jaka pun rela hidup sendirian di kota, tanpa ada tempat untuk bernaung ataupun beristirahat yang indah. Ia mengandalkan kardus-kardus bekas untuk menjadi alas dan tidur pun di mana saja: di halte bus, depan toko, pasar, dan kadang juga di musala.  Pukul 04.00, ia berdoa, semoga diberikan kekuatan untuk kehidupan yang berat ini. Ia pergi ke kota, niatnya untuk b

Tulisan Favorit Pembaca

5 Cakupan Tindak KDRT dan Akibat yang Bisa Terjadi, Pasutri Wajib Tahu!

Salar de Uyuni, Cermin Raksasa yang Ada di Bolivia

Lelaki yang Patah Hati

Di Balik Jendela Kaca

SEMBUH ITU KEINGINAN