Postingan Terbaru

Batu Hitam yang Terluka

Gambar
Ilustrasi| Pexels.com/K├ássia Melo di pertigaan yang pernah kita jumpai  aku melihat kembali batu tulis itu  yang kini sudah berwarna hitam pekat  dan tulisan kita tak jelas lagi kini, tak ada lagi saksi kita di batu hitam yang penuh kenangan  di pertigaan tempat dulu kita berjanji  di depan tulisan yang dulu dicintai batu hitam itu benar-benar terluka  karena sudah terpecah setengah  antara lambang hati yang pernah kita ukir  di bawah tulisan cinta yang satu hati rasanya, kita menanamkan luka  yang amat dalam dan kini berbunga  bunga hitam yang penuh kegelapan  di antara jiwa-jiwa kita yang semakin berjauhan  aku merenung di depan ini,  menafsirkan semua luka di batu itu  ada getir, ya, ada getir yang terasa merasuk hingga masuk ke dalam hati yang sudah alfa  untukmu; untuk dirimu yang meninggalkan 2024

Terkisah Rindu di Malam yang Sunyi

Ilustrasi | Pexels.com/Yan Krukau

Di malam yang sunyi dan membelai kelembutan, angin berbisik di antara daun-daun yang bergoyang meratapi kepergian sang mentari.

Kemudian cahayanya telah redup, meninggalkan langit dalam keteduhan senja yang perlahan memudar menjadi gelap.

Rindu datang bagai badai yang tak terduga, membelah kehangatan yang pernah terasa begitu mendalam, seperti ombak yang mengguncang lautan.

Di dalam kehampaan malam, bayanganmu muncul; menari-nari di dinding-dinding ruang kosong yang dipenuhi oleh kehadiranmu yang tak lagi nyata.

Di sudut-sudut pikiran yang sunyi, kenangan-kenangan tentangmu terulang kembali, senyummu yang hangat, sentuhanmu yang lembut, semua itu terpatri dalam ingatan yang terluka oleh kepergianmu.

Malam ini, bintang-bintang gemintang bersinar redup di langit, seakan-akan merenungkan kekosongan yang tercipta sejak kepergianmu.

Dalam keheningan malam, hati ini terus menggelegak dalam rindu yang tak terbendung. Tiap detik berlalu membawa kisah tentang kita yang terluka.

Kemudian, tentang cinta yang pernah membara, tapi kini hanya tinggal sisa-sisa abu yang mengambang. 

Hmmm. Rindu ini, bagai badai di samudra hati, tak henti menghempas dan merobek-robek kehampaan yang melingkupi.

Namun di balik kesedihan yang mendalam, ada juga keindahan dalam kenangan-kenangan yang kita bagi bersama; cerita-cerita tentang kita yang pernah bahagia.

Malam ini, di malam yang sunyi dan dipenuhi rindu yang membelai, aku duduk sendiri di tepi jendela, memandang langit yang kini gelap dan berbintang.

Di dalam hati, rindu masih mengalir dengan derasnya, mencari kehangatan yang kini hanya dapat ditemukan dalam kenangan.

Dan di antara kesunyian yang mendalam, aku berdoa agar suatu saat nanti kita bisa bertemu kembali di bawah cahaya yang sama, di bawah langit yang sama, di dalam pelukan yang pernah kita rindukan begitu lama.

Di antara hening malam yang memeluk, aku terus merenungi tentangmu, kenangan tentang saat-saat indah yang pernah kita lalui terus mengalir dalam ingatanku seperti aliran sungai yang tak pernah berhenti.

Hmm. Aku merasakan getaran rindu yang dalam, seperti musik yang mengalun merdu, tapi juga menusuk ke dalam hati.

Tahukah kamu? Di sudut hatiku yang sunyi, bayangan wajahmu terus mengambang, senyummu yang manis, matamu yang memancarkan kehangatan, semuanya terpatri dalam kenangan yang kini menjadi setia dalam kesendirianku.

Namun di balik rindu yang menggelayuti, ada juga penerimaan akan keadaan, mengerti bahwa kisah kita mungkin telah berakhir, tapi kenangan kita tetap berharga dan abadi.

Hmm. Setiap detik yang berlalu mengajarkan aku tentang kekuatan untuk melangkah maju, meskipun dengan hati yang pernah hancur.

Malam ini, bintang-bintang di langit mengingatkanku akan kebesaran alam semesta dan kecilnya aku di dalamnya.

Kemudian, mereka pun mengajarkan aku tentang keabadian dan bahwa segala sesuatu dalam hidup ini memiliki alur yang telah ditentukan.

Dalam keheningan ini, aku belajar menerima bahwa rindu adalah bagian dari perjalanan hidupku, ia hadir untuk mengajariku tentang kekuatan cinta yang pernah kita bagikan.

Malam ini, aku bersujud dengan hati yang penuh harap kepada Sang Pencipta, memohon agar rindu ini menjadi ladang pengalaman yang berharga bagi pertumbuhan dan kedewasaan  diriku.

Semoga suatu saat nanti kita bisa melintasi malam yang sunyi ini, bertemu di tempat yang telah ditentukan oleh takdir dengan hati yang telah lebih kuat dan penuh pengertian.

Hingga saat itu tiba, aku akan terus menghadapi malam-malam sunyi ini dengan penuh ketabahan dan harapan untuk melangkah maju menuju cahaya yang baru lagi.(*)


2024

Komentar

Tulisan Favorit Pembaca

5 Cakupan Tindak KDRT dan Akibat yang Bisa Terjadi, Pasutri Wajib Tahu!

Salar de Uyuni, Cermin Raksasa yang Ada di Bolivia

Lelaki yang Patah Hati

Di Balik Jendela Kaca

SEMBUH ITU KEINGINAN